Hikmah adalah barang hilang dari seorang mukmin. Barangsiapa yang menemukannya, maka ia paling berhak atasnya.
Mencuci piring mungkin saja hal biasa, terutama bagi orang rantauan yang dituntut untuk hidup mandiri.
Ada beberapa cara dan trik agar mencuci piring dapat dilakukan secara efektif. Salah satunya dengan membersihkan barang yg lebih besar dulu dengan air, kemudian mencucinya dengan sabun. Setelah semua barang telah disabuni, bilas cucian dari yang kecil terlebih dahulu.
Biasa memang, tapi kalau kita amati lebih jauh, ada hikmah yang dapat kita ambil.
Dalam hidup, waktu kita terbatas. Bagi sebagian mahasiswa yang sibuk dengan kuliah dan organisasinya, waktu bahkan tidak mencukupi mereka dalam melakukan semua kewajiban yang ada. Maka timbullah pemikiran tentang waktu agar lebih efektif.
Seorang dosen menghadirkan sebuah percobaan dalam kuliahnya. Ia menaruh sebuah ember yang diletakkan di atas meja dan beberapa alat di kantong. Pertama ia masukan beberapa bongkah batu kedalamnya, kemudian bertanya, "Apakah ember sudah penuh?", serentak murid-muridnya mengiyakan. Kemudian ia masukan, sekantong kerikil ke dalam ember, lantas ia bertanya lagi, beberapa mulai ragu, sebagian menjawab iya, yang lain diam. Maka dilanjutkan, sang dosen kali ini memasukan satu sak pasir ke dalam ember, lalu ia bertanya lagi, sebagian besar kini berpendapat bahwa ember belum penuh, karena mungkin saja diisi dengan hal lain. Terakhir ia masukan air kedalam ember, hingga ember penuh sempurna tanpa ada ruang tersisa.
Kemudian aang dosen bertanya,"Menurut kalian apa pelajaran yang bisa kita ambil dari percobaan yang tadi kita lakukan?". Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar